Bahtera Tauhid

Bahtera Tauhid
Dr. Muhammad bin Abdurrahman Al 'Ariifi

Bulughul Maram

Bulughul Maram
Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani

Peran Iman Dalam Ibadah

Peran Iman Dalam Ibadah
Muhammad bin Al-Utsaimi
Tampilkan postingan dengan label Puisi Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Islami. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Januari 2010

Jika Kamu....

Jika kamu memancing ikan....
Setelah ikan itu terlekat di mata kail, hendaklah kamu mengambil ikan itu....
Janganlah sesekali kamu lepaskan ia semula ke dalam air begitu saja....
Karena ia akan sakit oleh karena bisanya ketajaman mata kailmu dan mungkin ia akan menderita selagi
ia masih hidup.

Begitulah juga setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang...
Setelah ia mulai menyayangimu hendaklah kamu menjaga hatinya....
Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja....
Karena dia akan terluka oleh kenangan bersamamu dan mungkin tidak dapat melupakan segalanya
selagi dia mengingatmu....

Jika kamu menadah air biarlah berpada, jangan terlalu mengharap pada takungannya dan janganlah
menganggap ia begitu teguh.... cukuplah sekadar keperluanmu....
Apabila sekali ia retak.... tentu sukar untuk kamu menambalnya semula....Akhirnya ia dibuang ....
Sedangkan jika kamu coba membaikinya mungkin ia masih dapat dipergunakan lagi....

Begitu juga jika kamu memiliki seseorang, terimalah seadanya....
Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya begitu istimewa....
Anggaplah dia manusia biasa.
Apabila sekali dia melakukan kesilapan bukan mudah bagi kamu untuk menerimanya....
akhirnya kamu kecewa dan meninggalkannya.
Sedangkan jika kamu memaafkannya boleh jadi hubungan kamu akan terus hingga ke akhirnya....

Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi...
yang kamu pasti baik untuk dirimu. Mengenyangkan. Berkhasiat.
Mengapa kamu berlengah, coba mencari makanan yang lain..
Terlalu ingin mengejar kelezatan.
Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh memakannya.
Kamu akan menyesal.

Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan..... yang kamu pasti membawa kebaikan
kepada dirimu. Menyayangimu. Mengasihimu.
Mengapa kamu berlengah, coba membandingkannya dengan yang lain.
Terlalu mengejar kesempurnaan.
Kelak, kamu akan kehilangannya apabila dia menjadi milik orang lain.
Kamu juga yang akan menyesal.

IKHWAN APA BAKWAN

Oh.... Ikhwan
Apa bedanya dengan si Marwan
Si Ali, Paijo atau si Iwan
Oh ternyata cuma sebutan

Oh.... Ikhwan
Walaupun tidak rupawan
Alias modal tampang pas-pasan
Tetep aja tebar senyuman

Oh.... Ikhwan
Gayanya sih bisa ketebak & kelihatan
Jenggot melambai,baju koko & sendal jepit usang
Sesekali komat-kamit sambil jalan

Oh.... Ikhwan
Nyarinya susah-susah gampang
Kadang di masjid, kampus or sekolahan
Mungkin juga lagi nyari sampingan
Nggak taunya buat biaya walimahan :)

Oh.... Ikhwan
Ngomonginnya masalah aksi dan kepartaian
Juga Liqo'an and hapalan
Kata orang "Nggak ada bahasan yang lain, wan ?"

Oh.... Ikhwan
Anehnya kalo lagi jalan
Ngukurin tanah apa ngitung lantai sih, wan?
Oh..... ternyata dia jaga pandangan !!!

Ikhwan... Ikhwan...
Lucunya kalo akhwat sedang berpapasan
Langsung minggir! , acuh tak acuh kaya' musuhan
(Gubrak...!!!!! apaan tuh, wan?)
Eh.... dia jatuh, kagak ngeliat ada selokan :))

Oh.... Ikhwan, apa semuanya begitu, wan ?
Ada nggak yang masih tebar pesona & jelalatan ?
Berarti itu bukan ikhwan, (kan cuma sebutan ?!!)
Nah para akhwat, hati-hati mungkin dia nyari
pasangan

afwan wan cuma intermezo, jangan pada ngambek ya...:D

http://www.dudung.net/artikel-islami/ikhwan-apa-bakwan.html

Menapaki langkah Perjuangan...^_^

Kita memohon Kekuatan…
Dan Tuhan memberi kita kesulitan-kesulitan untuk membuat kita tegar.
Kita memohon kebijakan…
Dan Tuhan memberi kita berbagai persoalan Hidup untuk diselesaikan agar kita bertambah bijaksana.
Kita memohon kemakmuran…
Dan Tuhan memberi kita Otak dan Tenaga untuk dipergunakan sepenuhnya dalam mencapai kemakmuran.
Kita memohon Keteguhan Hati…
Dan Tuhan memberi Bencana dan Bahaya untuk diatasi.
Kita memohon Cinta…
Dan Tuhan memberi kita orang-orang bermasalah untuk diselamatkan dan dicintai.
Kita Memohon kemurahan/kebaikan hati…
Dan Tuhan memberi kita kesempatan-kesempatan yang silih berganti.

--------

Bersyukurlah karena kamu belum memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan,
seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan.
Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu,
karena itu memberimu kesempatan untuk belajar.
Bersyukurlah untuk masa-masa sulit,
karena di masa itulah kamu tumbuh.
Bersyukurlah untuk keterbatasanmu,
karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang.
Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru,
karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu.

Istiqomahlah Saudarku...^_^

Tetaplah istiqomah saudaraku.....
dijalan yang lurus ini...dijalan yang berat ini.. dijalan Islam ini...
kita pererat persaudaraan kita...hingga...tanpa kata....tanpa nyawa..
Kita semua mungkin sudah bosan sudah futur ......sudah jenuh.....
mungkin karena iman ini masih lemah ...iman masih tak sempurna...
Tapi istiqomahlah...saudaraku..
..
jangan sampai hidayah Allah semakin jauh dari hati kita
berharaplah...berdoalah dan yakinlah................
yakinlah...kenikmatan pengorbanan yang kta rasa dijalan ini....jauh....lebih nikmat....lebih indah....
Dibanding apa yang dicari oleh orang-orang lalai itu..
Saudaraku ....
kita semakin tegar bila kita sabar dengan ujian...
kita semakin bahagia bila keyakinan kita telah bulat....
kita semakin bersyukur ketika bisa maksimal dalam perjuangan dakwah ini....
Terangilah hati dan jiwa kita untuk tetap bersama…
lembutkan hati dan jiwa kita dengan kebersamaan
sinari dengan cahaya ukhuwah agar lebih bercahaya...lebih indah...
hilangkan semua keraguan......
jauhkan sifat-sitat tercela...
jauhkan dari sifat yang membuat kita semakin jauh dari kebenaran...
bukankah kemulian dibayar dengan pengorbanan yang dahsyat...
tetaplah isitiqomah saudaraku
tetaplah istiqomah dalam islam dan iman.....
Tetaplah istiqomah.....
walau hati ini jenuh....perih.....walau jasad ini sakit....letih......
tetaplah istiqomah.......
Walau remuk tulang-tulang kita…….. walau runtuh sendi-sendi kita………walau habis cucuran keringat darah dan air mata kita………….
Tetaplah di jalan ini…………
Walau berkorban perasaan ………….. walau pahit menerima kenyataan………
Saudara ku………………
Jalan yang kita tempuhi memang berat………penuh dengan tantangan, hambatan, ancaman ,godaan……
Banyak yang kita temui di jalan ini……..
Yang meninggikan asa dan harap kita…………..
Namun terkadang menghempaskan batin dan jiwa kita………….
Akan banyak yang kita temukan……..idealisme dan realitas bertempur, berperang, jauh masuk ke relung hati kita…………..
Hingga akhirnya jiwa kita harus mengalah…apabila realitas jauh dari angan……..
Tetaplah disini Saudara ku…………….
Kita akan memulai perjalanan yang lebih mendaki dan terjal……………
Tapi disanalah kita berharap bisa merasakan kenikmatan yang kita idam-idamkan………….
Maka ucapkanlah “Alhamdulillah” atas semua keadaan yang kita alami………
Meski kebersamaan ini sungguh menguras keringat dan meletihkan sendi-sendi…..

Note ini ana copas, sebagai bahan cermin buat diri ini yang kadang selalu futur...semoga bisa juga menjadi cambut bagi kita semua...bahwa dakwah adalah jalan untuk menuju kemuliaan...^_^

Harapku dan doaku

hari ini satu peljaran lagi aku dapatkan, hingga membuat keringat dingin ini bercucuran..

disana di lampu merah dimana setiap roda dua dan roda empat berhenti sejenak menunggu giliran untuk memacu gas...kulihat begitu semangat mereka, dari jualan koran, asongan, sampai ngamen kulihat disana. panas hujan mungkin tak pernah menjadi eluhan, atau rasa menyesal menjadi pekerja keras yang terus berjalan kesana kemari.
ah malunya aku...


panas sedikit saja udah mengeluh, kesana kemari tak mau berjalan, kdang2 jalan cuma berjarak 100 meter...
kalau semua itu Allah cabut dari diriku, mungkin aku sudah menjadi sampah bahkan lebih hina dari pada seorang penjual koran, asongan ataupun pengamen.
Ya Allah apa mungkin hamba pantas mendapatkan kebahagiaan sedangkan hamba tak pernah peduli dengan sekeliling hamba..
yang selalu mengeluh wlau panas sedikit, yang selalu bilang ah hanya terasa sakit sedikit, yang selalu mengusap dahi hanya karena keringat hawa panas di dalam rumah...
malu aku ini...
apa ada dalam pikiranku bagaimana mereka memikirkan sesuap nasi, apa ada dalam pikiranku bagaimana mereka mencari sarapan pagi...
matahari bagi mereka mungkin adalah sahabat, walaupun itu membuat kulit mereka seperti arang. hujan mungkin bagi mereka adalah teman untuk berbincang, walaupun kadangkala membuat demam mereka kambuh...
Ya Allah...
andai saja hamba ada di posisi mereka, andai saja hamba berlari kesana kemari ditengah jalan sambil mengacungkan koran , asongan, atau bernyanyi dengan suara serak...apakah hamba sanggup...apakah hamba siap bertarung dengan panas, hujan, asap hitam...
sungguh sangat hina hambamu ini Ya Allah...sangat dhaif...
Ya Allah harapan hamba jadikanlah hamba sebagai sahabat mereka yang bisa memberikan kebahagiaan buat mereka, yang bisa memberikan sesuap nasi buat mereka, yang bisa memberikan pendidikan buat mereka...
atau Ya Allah jadikanlah mereka orang-orang yang bisa mendapatkan rahmatmu...jadikanlah mereka orang-orang yang bisa meramaikan majlismu dengan segala rahmat dan kasih sayang Mu...
Amin....

by : Hendro
 

Soal Jawab Masalah Iman dan Tauhid

Soal Jawab Masalah Iman dan Tauhid
Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Syarah tiga landasan utama

Syarah tiga landasan utama
Abdullah bin Shalih Al-Fauzan

Pasang surut keimanan

Pasang surut keimanan
Abdurrazaq Bin Abdul Muhsin Al-Abbad Al-Badr